Harikatha, Jalan Kembali ke Buku

Di Hari Buku Nasional, 17 Mei, atau bertepatan dengan hari ulang tahun Perpustakaan Nasional, izinkan saya menekankan kembali bahwa nuklea perpustakaan itu adalah buku; bukan bangku, bukan meja, bukan rak,…

Budaya Menulis di Jalan Dakwah (Dalam 34 Tweet)

Mahasiswa adalah kelompok terpelajar yang dalam mengemukakan setiap gagasannya dilakukan secara runut, logis, dengan bahasa yang baik. Tiap semester hingga akhir perkuliahan, menulis paper/makalah menjadi jalan yang tak bisa dihindari….

Yu Otim Sang Pengantin

Sampai juga akhirnya. Khotimatul Khasanah–Filsuf Kaki Lima Sholahuddiningrat memopulerkan penyebutan Yu Otim–naik pelaminan. Yu Otim memilih 22 April sebagai “hari bahagianya” tentu tak berlangsung begitu saja. Namun, hari itu atau…

Tempat Pembuangan Akhir Buku

“Setelah buku diretur toko buku besar, ke mana pembuangannya? Ke Raja Murah, Yusuf Agency, pameran buku. Sudah, itu saja” ~ Adhe, founder Octopus dan Dewan Pendiri Kampung Buku Jogja Jika…

Pribumi dan Watak Kolonial

“Lebih membosankan adalah mengamati yang tidak membutuhkan sesuatu jalan menjangkarkan akar tunggang pada bumi dan tumbuh jadi pohon” (Minke dalam Pramoedya Ananta Toer, Anak Semua Bangsa, 1980) Kata pribumi kembali…

Tak Ada Pram di Semarang

Pramoedya Ananta Toer (1925-2006) adalah sastrawan yang komplet. Ia adalah penulis yang prolifik, tapi sekaligus periset tangguh dan pendokumentasi yang tekun. Ia adalah pengarang yang introvert, tapi sekaligus komunal. Ia…

Gorong-Gorong Berita Bohong

Sepanjang Desember 2016 hingga Februari 2017, berita hoax atau berita bohong menjadi perbincangan yang kompleks dan berlapis. Bukan saja muncul gerakan untuk melawan hoax itu di berbagai kota, tapi juga…