Ambo dan Rumpon

Rumpon adalah teknologi tua para petani air di garis pantai untuk mendapatkan ikan yang lebih banyak. Rumpon disebut pula halte temu atau bantaya di mana ikan saling bikin janji untuk bergerombol, baik dalam jumlah besar…

Astuti Ananta Toer: “Suara Saya Sopran”

Saya kaget setengah mampus melihat Bu Besar — saya terbiasa menyebutnya demikian — ada di tengah kelompok paduan suara Dialita (di atas 50 tahun) yang hampir seluruhnya ibu-ibu. Bu Besar memakai kebaya putih dan sedang gerah di “ruang kokpit…

Dwi Kuntarin: “Hidup-hidupilah Dirimu dari Buku”

Saya mengenal pertama kali Dwi Kuntarin atau yang biasa dipanggil Ririn justru dari keponakannya bernama Melati Elok. Nama Melati sangat menonjol di Perpustakaan Gelaranibuku/Iboekoe (saat masih di lingkungan Patehan, Keraton, Yogya) karena usia dan ketekunannya…

Ambo dan Sapi (2)

Di depan toko saudagar cengkeh dan kopra Koh Ang Sun, sosok yang disasuskan pelaku alap-alap sapi melakukan perlawanan terakhir di suatu malam jelang dekade 80-an berakhir. Si tertuduh mendekat dan tangan kanannya melayangkan senter ke…

Ambo dan Kebun Cengkeh

Cengkeh adalah komoditas perkebunan yang banyak ditanam petani di seantero Sulawesi. Termasuk di garis pegunungan antara Pantai Barat dan Pantai Timur. Sebagai komoditas perkebunan unggulan, cengkeh yang panen dua kali setahun menggiurkan dari segi harga…

Ambo dan Sapi (1)

“Selain menguntungkan, beternak sapi juga menjadi tabungan dengan uang besar,” kata Ambo suatu hari saat ia menghamburkan daun jagung di hadapan keturunan terakhir Rambo di pinggir selokan Jonokodi. Sapi yang bernama Rambo ini adalah rezeki…

Ambo dan Badai Laut

Awan hitam di ujung tenggara sudah menggantung kritis di pengujung tahun saat harga-harga cengkeh tersungkur dan KUD serupa lintah hutan yang menciutkan nyali para pekebun. Caco (Papa Kalsum) sudah memutuskan tetap parkir perahu di sore…