Pram dan Pembajakan Buku

Februari adalah bulan Pramoedya Ananta Toer lantaran bulan ini ia dilahirkan di Blora, Jawa Tengah. Tepatnya, 6 Februari 1925. Ia lahir saat Vereniging van Spoor-en Tramwegpersoneel (VSTP) atau serikat buruh kereta api dan trem sedang…

Inilah Biografi Minke Untuk Iqbaal Ramadhan

Betulkah Bumi Manusia sekadar roman percintaan seorang remaja baru sunat bernama Minke? Izinkan saya menjawabnya dengan menguraikan “biografi” Minke yang akan diperankan Iqbaal Ramadhan itu secara lengkap, dari remaja berprestasi di “salah satu SMA” di Surabaya hingga…

Semua Ini Salahnya Bumi Manusia

Ketika frasa “bumi manusia” untuk pertama kalinya dalam sejarah jadi trending topic nomor urut satu dari pukul 7 hingga 9.45 pagi di Twitter pada tanggal yang sama saat Sukarno lulus dari Jurusan Teknik Sipil ITB, sesungguhnya itu terjadi bukan…

Astuti Ananta Toer: “Suara Saya Sopran”

Saya kaget setengah mampus melihat Bu Besar — saya terbiasa menyebutnya demikian — ada di tengah kelompok paduan suara Dialita (di atas 50 tahun) yang hampir seluruhnya ibu-ibu. Bu Besar memakai kebaya putih dan sedang gerah di “ruang kokpit…

Aku & Mangir 4 (Selesai)

Satu dekade kemudian, 24 Desember 2017. Barangkali, ini proses pembacaan terlama saya atas buku Pramoedya Ananta Toer berjudul Drama Mangir. Bahkan, dua tulisan sebelumnya sudah disatukan dan terbit di buku Pramis oleh Octopus pada 2016….

Pribumi dan Watak Kolonial

“Lebih membosankan adalah mengamati yang tidak membutuhkan sesuatu jalan menjangkarkan akar tunggang pada bumi dan tumbuh jadi pohon” (Minke dalam Pramoedya Ananta Toer, Anak Semua Bangsa, 1980) Kata pribumi kembali pasang mengikuti sebuah demonstrasi suatu…

Tak Ada Pram di Semarang

Pramoedya Ananta Toer (1925-2006) adalah sastrawan yang komplet. Ia adalah penulis yang prolifik, tapi sekaligus periset tangguh dan pendokumentasi yang tekun. Ia adalah pengarang yang introvert, tapi sekaligus komunal. Ia si penyendiri yang berbahaya. Penjara…