INDRA ISMAWAN: Bangkrut Itu Hobi, Bukan Aib

Percayalah, parafrase ini, berlebihan atau tidak, tetap menerbitkan takjub kepadanya: “menulis 80 esai dalam sebulan”. Tentu saja, itu tak berlangsung secara ajeg, 80 artikel satu bulan. Sebab, bila itu terjadi, kepala lelaki kelahiran Lampung pada…

Astuti Ananta Toer: “Suara Saya Sopran”

Saya kaget setengah mampus melihat Bu Besar — saya terbiasa menyebutnya demikian — ada di tengah kelompok paduan suara Dialita (di atas 50 tahun) yang hampir seluruhnya ibu-ibu. Bu Besar memakai kebaya putih dan sedang gerah di “ruang kokpit…

Dwi Kuntarin: “Hidup-hidupilah Dirimu dari Buku”

Saya mengenal pertama kali Dwi Kuntarin atau yang biasa dipanggil Ririn justru dari keponakannya bernama Melati Elok. Nama Melati sangat menonjol di Perpustakaan Gelaranibuku/Iboekoe (saat masih di lingkungan Patehan, Keraton, Yogya) karena usia dan ketekunannya…

Ayu Arman: Penulis Independen Setelah Kehidupan Kedua

Lahir di Desa Latek, Sekaran, Lamongan, Jawa Timur dan besar dalam lingkup Muhammadiyah; sejak madrasah hingga perguruan tinggi. Kehidupan ruhaninya adalah perjumpaan dua arus besar; arus kuat Muhammadiyah di satu sisi, sementara arus abangan/kejawen di…