Sastra Menyimpang di Taman Eden

::chavchay syaifullah Muhidin M Dahlan kembali menunjukkan jalur kepengarangannya dengan novel Adam Hawa. Stamina menulisnya masih tetap terjaga, seperti caraberbahasanya yang tetap lugas dan mencekau bahasa prosa-puitis. Saya menduga novel ini kelak impresif bagi pembacanya…

Senyum Frida dan Tarian Bumi Selatan

Frida Kahlo, Kartini, dan Monalisa masih merapat di dinding menghadap barat. Ketiga perempuan anggun dari tiga dunia yang berbeda itu melemparkan senyum dan lirikan mata yang khas, tak awas, apalagi waswas. Padahal di depan mereka,…

Jangan Takut Laut, Cucu Pelaut!

Buku ini saya resensi setelah laut menghantam daratan Aceh. Buku ini adalah milik teman saya yang intens menulis tentang laut. Sosoknya hanya segelintir orang yang benar-benar bergairah atas laut. Usianya sepantar dengan saya. Resensi ini…

Cinta, Dari Mana Kita Mulai?

Pengantar Buku Mencari Cinta (karya Muhidin M Dahlan) ::eko prasetyo, penulis buku seri orang miskin “Betapa pun bejat atau gagal seseorang, ia berhak mempunyai pujaan hati.” Y.B. Mangunwijaya, dalam Burung-burung Manyar “Kebahagiaan adalah seekor kupu-kupu,…

Menawarkan Kegelapan sebagai Agama Alternatif

::muhammad shiddiq al-jawi, hizbut tahrir Buku tersebut mengisahkan ulang perjalanan seorang muslimah yang menjadi pelacur. Awalnya, Nidah Kirani, seorang mahasiswi dan aktivis jemaah Islam yang mencita-citakan tegaknya Islam kaffah dalam Daulah Islamiyah Indonesia, mengalami kekecewaan…

Nurcholish Madjid dan Politik Biokultura

Ini adalah artikel yang kutulis karena beberapa kali membaca tajuk rencana Kompas. Jadi hanya sekadar latihan menyimak tajuk rencana media massa. Dan bagaimana tajuk rencana itu saya respons. Ini semacam latihan di rumah “Membaca Tajuk…

Cermin Retak Kuli Imigran (Perempuan) Indonesia

Resensi ini kutulis ketika Akademi Kebudayaan Yogyakarta mulai mengeluarkan satu per satu “ijazah” mahasiswanya berupa penulisan novel dari hasil riset mendalam. Dan buku ini adalah “ijazah” pertama yang keluar. KOMPAS – Sabtu, 15 Mar 2003…

Membumikan “Teologi Teomorfis” Post-Ramadhan

Inilah artikel yang paling mengesankan buat saya. Bukan karena isinya, tapi proses pembuatan dan pemuatannya. Artikel seperti ini masuk kategori artikel sekali setahun karena lebaran hanya dilangsungkan sekali dalam setahun. Seingat saya, artikel ini sudah…