Ulil, Ahok, dan Para Pembakar Rumah

“Kalau tak malu, perbuatlah sesukamu/ Idza lam tastahi fasna’ ma syi’ta” ~ Ulil Abshar-Abdalla menyitir perkataan Nabi Muhammad Saw (1999: 46) Jika Anda ingin menulis esai yang lugas, belajarlah pada Ulil Abshar-Abdalla. Boleh dibilang Ulil…

Penistaan Bendera Merah Putih dan Lambang Negara

Benarkah UU 24/2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara telah dipratikkan dengan kaffah oleh negara? Mari kita periksa. Good job, Cops. Akhirnya, dengan semangat nasionalisme yang menyala-nyala, bayangkara negara bernama Kepolisian Republik Indonesia berhasil menangkap dia yang…

Buku dan Citrawi Jokowi

Saya sampai ndredeg menunggu teladan macam apa yang diberikan Presiden yang Terhormat Joko Widodo untuk dunia buku dan literasi. Sejak 2014 saya menunggunya; mulai dengan penantian yang membuncah hingga perlahan tingkat kepercayaan meredup yang bahkan…

Puisi dan Penyair Yogyakarta (4): Berdagang dengan Penyair

Ketika fajar internet masih lamat-lamat di beranda kalbu para sastrawan, sekelompok penyair menabalkan suatu era baru ketika “egalitarianisme” medium berkarya terbuka lebar. “Cyber poetry”, demikian penyair Saut Situmorang menyebutnya. Sastra siber—dan kemudian puisi siber—kemudian menjadi…